Lebih Pilih Pasion Sendiri atau Pilih Keinginan Orang Tua ?

0

“Seorang siswa bernama Paimin ingin mengambil jurusan IPS di SMA karena ia merasa pasion-nya adalah “mempelajari struktur masyarakat”.

Naas dilain pihak orang tuanya malah tidak mendukung pilihan Paimin. Orang tuanya ingin anaknya masuk di jurusan IPA yang lebih menjanjikan terserap di dunia kerja. Begitulah sekelumit kisah yang membuat banyak orang dilema.

Perasaan dilema dalam hidup paling besar memang ketika kita harus menuruti kemauan orang tua, atau mengikuti pasion sendiri.

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu menggunakan langkah berpikir yang logis, dan terbuka.

Pertama, ayolah kita sepakati bersama bahwa orang tua itu pasti ingin anaknya jadi orang berhasil. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya hidup “blangsak” itu pasti.

Nah, yang jadi permasalahannya adalah. Kadang ada perbedaan pemikiran antara anak, dan orang tua dalam memandang sebuah keberhasilan.

Dalam kasus di atas. Orang tua menganggap bahwa anak yang sukses adalah anak yang mengambil jurusan IPA. Jurusan yang tidak sama sekali diminati oleh anak tersebut.

Jika masing-masing orang tua, dan anak saling berdebat mana jurusan yang lebih mengantarkan seseorang menjadi sukses. Maka perdebatan itu tidak akan ada hasilnya.

Nah, biar perbedaan pikiran itu tidak membuat waktu terbuang sia-sia belaka. Maka yang perlu dibuktikan yaitu pembuktiannya bagaimana.

Kalau saya kan sukanya membaca, dan menulis, saya suka menuliskan apa yang saya pikirkan. Saya juga berharap bisa menghidupi diri dengan menulis.

Untuk membuktikan kalau memang saya punya pasion itu. Ya saya rajin menulis artikel di blog, facebook, media masa, koran, majalah, dan segala media apa pun yang bisa menerima tulisan saya.

Pada zaman masih SMK, dulu saya juga disangka orang tua “klemburak-klemburuk saja” alias cuma tidur-tiduran saja di kamar. Orang tua ingin saya ikut karate yang bisa menyehatkan sekaligus juga bisa mendapatkan uang jika saya menang lomba.

Karena minat saya ada di dunia kepenulisan. Kemudian saya mulai memikirkan untuk membuat tulisan serius yang bisa menghasilkan uang layaknya saat ada orang-orang yang menang lomba.

Perlahan namun pasti, akhirnya saya bisa menghasilkan uang dari menulis, beberapa  rupiah pun mengalir deras dikantong saya.

Disinilah mulai bangganya orang tua saya punya anak seorang penulis. Yaitu ketika suatu kegiatan tersebut bisa menghasilkan uang.

Nah, pola-pola seperti saya bisa diterapkan kepada kalian. Membuktikan kepada orang tua kalau pasion yang kalian ambil itu memang benar-benar bisa mendatangkan materi.

Bukan berarti orang tua matre, atau berharap mendapat “cipratan uang” dari kalian. Bukan begitu. Tapi orang tua memang masih memandak kesuksesan anak dari materinya, dan pandangan itu harus kalian hargai.

Nah bagi kalian yang mengambil jurusan IPS. Cobalah libatkan setiap kegiatan kalian dengan jurusan itu.

Di jurusan itu kan ada mata pelajaran ekonomi nih, maka kalian bisa buktikan ke orang tua dengan membuka usaha sendiri pakai “embel-embel” belajar dari mata pelajaran ekonomi.  Jika kalian bisa menghasilkan uang dari aktivitas membuka usaha itu.

Bilanglah kepada orang tua kalau kalian bisa pintar berwirausaha seperti itu berkat mempelajari mata pelajaran ekonomi yang ada di jurusan IPS.

Seribu persen sangat yakin, pasti orang tua kalian akan bangga dengan pilihanmu masuk di jurusan IPS. Begitulah solusi jitu yang harus kalian buktikan kepada orang tua jika mengikuti pasion sendiri.

About Author

Sebagai Praktisi SEO pekerjaan menulis menjadi salahsatu hal yang harus terus dipelajari. Didalam blog sederhana ini, saya Hendri Gunawan, ingin berbagi cerita, menyampaikan unek-unek, hingga melakukan promosi, namun tetap sambil belajar dan mengembangkan kreatifitas untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Leave A Reply

%d bloggers like this: