Inilah Faktor-Faktor yang Menyebabkan Banyak Perempuan Kebelet Nikah

0

“Segera Halalin Aku Dong Bang, Jangan Cuma Jago Ngegombal Doang.”  Begitulah sekelebat status yang muncul di beranda Facebook saya tadi pagi.

Membaca status tersebut saya jadi penasaran, ini cewe cantik gak yah, kok pingin dihalaliin segala. Jangan-jangan dia sudah tua, jangan-jangan dia janda, jangan-jangan dia memang sudah waktunya menikah.

Segala jangan-jangan tersebut langsung hilang ketika saya meng-klik profilnya. Bujubuzet, ternyata ia masih SMP. Masih SMP kok sudah minta dihalalin begitu sih.

Tulisan status minta dihalalin ternyata tidak satu dua saja saya temui, tapi banyak juga tulisan status seperti itu yang minta dihalalin, alias pingin dinikahi.

Melihat fenomena ini, biar tidak meresahkan orang-orang sekitar. Perlu dijelaskan lebih empiris, mengapa sih, banyak anak remaja zaman sekarang, terutama perempuan kok pada kebelet banget pingin nikah.

Langsung saja jangan banyak cingcong. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Adanya Kekhawatiran Tidak Laku.

Adanya dikotomi pernikahan ideal, dan tidak ideal kadang membuat para perempuan merasakan perasaan cemas berlebih.

Dalam beberapa perkembangan terakhir. Pernikahan yang dianggap ideal yaitu saat istri bisa berdiri sendiri membiayai kebutuhan anak.

Wanita di era sekarang mengalami transformasi yang sangat cepat tidak hanya bergelut pada masalah dapur saja. Tapi jauh dari itu, wanita sekarang menuntut supaya bisa mencari nafkah.

Tentu hal ini tak lepas dari kebutuhan ekonomi yang dirasa tambah semakin mahal.

Nah, karena wanita zaman sekarang ingin berkarir. Maka yang dipikirkan wanita yaitu bagaimana caranya supaya bisa punya anak pada waktu muda.

Karena saat masih muda, perempuan masih punya tenaga yang kuat untuk bekerja. Jadi hal tersebut yang membuat pola pikir wanita berubah mengapa ia ingin cepat dihalalin.

Diprovokasi Oleh Teman yang Sudah Menikah.

Memang pada mulanya orang-orang yang ngebet banget pingin menikah, padahal usianya belum 18 tahun ke atas tidak terlalu kepingin. Namun karena ada teman-temanya yang sudah menikah duluan.

Kadang secara psikologis, perempuan lebih cemburu. Alhasil keinginan menikah yang telah lama terpendam kini bangkit kembali. Seolah-olah ada pertanyaan dalam hati “ Si Mimin aja sudah nikah, masak gue belum.”

Karena Beberapa Kali Ikut Kondangan.

Kondangan menjadi penyebab utama mengapa banyak perempuan ingin menikah muda. Apalagi orang yang sedang “dikondangi” adalah mantan pacar.

Semakin tersulut sajalah benih-benih kebencian untuk membalas dendam. “Masak matan gue udah menikah, tapi ane gak laku-laku.” Begitulah kenyataannya yang sering dirasakan oleh perempuan.

Alhasil mereka tanpa pikir panjang ingin mengakhiri masa lajangnya dengan segera mencari pasangan. Makanya banyak beredar status di sosmed yang terang-terangan mempromosikan dirinya sedang jomblo.

Sering Nonton Video Seorang Pria Melamar Wanita yang Viral.

Situs berbagai video semacam Youtube kini tak hanya menampilkan tontonan yang bikin ha-ha-hi. Tapi kadang juga ada tontonan yang bikin baper.

Tontonan bikin baper tingkat tinggi yaitu tontonan saat pria sedang melamar wanita. Lewat tontonan inilah, para perempuan yang nonton kemudian kondisi psikologisnya bergejolak.

Para remaja tersebut bapernya dibuat setengah mati. Mereka kepingin juga dilamar oleh para pria tampan, pria romantis, maupun pria baik hati yang ada dalam video tersebut.

Overdosis Mendengar Lagu Akad Ciptaan Payung Teduh.

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau lagu ini memiliki efek luar biasa bikin semua perempuan baper seketika ingin menikah.

Baik itu yang tua, maupun yang muda saat mendengar lagu ini hatinya pasti “les-lesan”.

Entah ada kekuatan apa pada lagu ini. Sehingga para remaja yang mendengarnya jadi kebelet nikah.

Kalau saya sih gak suka ya dengerin lagu baper begini, lebih baik dengerin lagu dangdutnya Nella Kharisma. Digoyang serrr.

About Author

Sebagai Praktisi SEO pekerjaan menulis menjadi salahsatu hal yang harus terus dipelajari. Didalam blog sederhana ini, saya Hendri Gunawan, ingin berbagi cerita, menyampaikan unek-unek, hingga melakukan promosi, namun tetap sambil belajar dan mengembangkan kreatifitas untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Leave A Reply

%d bloggers like this: