Jika Sudah Dapat Pasangan yang Baik, Mengapa Mesti Cari Pasangan Sempurna

0

Beberapa hari yang lalu, saya dimintai saran dari teman saya sebut saja namanya jafra (bukan nama sebenarnya). Jafra ini sekarang sudah memiliki pacar bernama Ningsih (Juga bukan nama sebenarnya), ia beberapa bulan lagi akan melangsungkan pernikahan.

Saat Ningsih di bawa ke rumahnya. Ningsih ini pribadi yang supel, periang, dan baik. Saat Ningsih bertemu dengan ibunya Jafra, ibunya sangat menyukai sekali.

Ibu Jafra bahkan ngobrolnya sampai berjam-jam saat bertemu dengan Ningsih. Ibunya Jafra sangat tertarik dengan kepribadian Ningsih.

Tapi memang dasarnya saja Jafra ini mata keranjang. Ia ternyata menjalani hubungan dengan wanita lain bernama Anisa. Sudah 2 bulan hubungan Jafra, dan Anisa berjalan tanpa sepengetahuan Ningsih.

Jafra merasa saat pacaran dengan Anisa rasanya jauh lebih memantang. Anisa dikenal memiliki sifat humoris, dan memiliki kesamaan dengan Jafra. Hanya saja Anisa tidak siap diajak nikah.

Teman saya itu kemudian bertanya ke saya. Pilih Ningsih, atau Anisa ? Mana kira-kira yang harus diambil ?

Menjawab pertanyaan dari Jafra sebetulnya sangat malas. Di dunia ini banyak sekali laki-laki bajingan seperti dia. Jafra sudah memiliki Ningsih yang aduhai baiknya, tapi malah dihianati begitu saja.

Jafra, dan Ningsih kan sudah terikat komitmen satu sama lain. Keduanya akan menikah 6 bulan lagi. Dan orang tua dari Jafra juga sudah sangat menyetujuinya. Ibu Jafra juga sangat suka dengan Ningsih.

Lantas apa yang kurang dari Ningsih ?  Lalu apalagi yang ingin dicari Jafra. Hanya laki-laki yang “kemaruk” saja yang sudah diberi wanita sebaik Ningsih, lalu minta lagi yang lebih darinya.

Padahal nyatanya. Nikah tidak sekedar masalah nyaman, atau tidak yang Jafra persepsikan jika menikah dengan Anisa. Pernikahan memiliki beragam faktor lain yang bisa membuatnya tetap langgeng, dan bahagia.

Dan tentu saja yang paling besar faktornya yaitu restunya dari orang tua. Jika orang tua suka dengan pasangan kita, maka besar kemungkinan hubungan rumah tangga yang dibina nantinya akan bahagia. Dan modal itu sudah terdapat pada sosok Ningsih.

Saya menyarankan agar Jafra tetap setia pada sosok ningsih, dan meninggalkan Anisah. Demikian jika kalian yang membaca tulisan ini punya kasus yang sama dengan Jafra.

Apalagi Jafra sebelumnya sudah komitmen untuk menikah dengan Ningsih. Laki-laki yang tak bisa menjaga komitmennya adalah laki-laki bajingan.

Lain halnya jika Jafra belum membuat komitmen untuk menikahi Ningsih, maka Jafra bebas mau milih Anisa, atau Ningsih.

Jangan jadi laki-laki brengsek. Karena boleh jadi Ningsih berada pada situasi yang sama. Misalnya si Ningsih sedang di dekati laki-laki yang lebih keren daripada Jafra. Nyatanya Ningsih lebih memilih Jafra.

Jika Jafra masih saja berpacaran dengan Anisa. Maka Jafra akan mendapatkan banyak risiko dikemudian hari. Salah satu risikonya yaitu Jafra bisa menyakiti hati Ningsih, dan Anisa jika kelakuan busuknya terbongkar.

Sementara risiko yang lain. Anisa akan disangka sebagai pelakor, padahal Anisa tidak tahu kalau Jafra sebelumnya sudah berhubungan dengan Ningsih.

Dan risiko yang paking parah adalah, ibu Jafra akan kecewa karena mantu yang ia sukai dihianati oleh anaknya. Risiko yang membuat banyak orang sakit hati ini hendaknya bisa menyadarkan Jafra agar tetap pilih Ningsih.

Lagi-lagi saya katakan. Bagi semua laki-laki yang sudah menemukan pasangan, dan orang tua menyukai pasangan kita hingga tercipta satu komitmen untuk menikah. Jangan sampai berusaha mencari yang terbaik lagi dari si dia.

Selagi kalian mencari pasangan yang lebih sempurna dari pasangan yang sekarang sudah ada. Maka sepanjang hayat kalian tak akan pernah menemukannya. Begitu jawabnya mas Baji, eh mas Jafra.

pasangan yg baik |

About Author

Sebagai Praktisi SEO pekerjaan menulis menjadi salahsatu hal yang harus terus dipelajari. Didalam blog sederhana ini, saya Hendri Gunawan, ingin berbagi cerita, menyampaikan unek-unek, hingga melakukan promosi, namun tetap sambil belajar dan mengembangkan kreatifitas untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Leave A Reply

%d bloggers like this: