Hari Ibu Nasional Salah Kaprah Warga Indonesia (Perlu Belajar Sejarah)

Mengutip ceramah Ustad Abdul Somad mengenai Hukum Merayakan Hari Ibu Bagi Umat Islam bahwa “Orang yang mengikuti tradisi orang kafir, maka kafirlah dia”. Dikatakannya juga bahwa Hari Ibu adalah kebudayaan orang barat.

Dalam video berdurasi 52 detik itu, Ustad Somad membacakan sebuah surat yang menanyakan tentang Hukum hari ibu yang dirayakan di Indonesia dan di luar negeri.

Dalam hal ini Bangsa Indonesia benar-benar telah salah kaprah mengartikan Hari Ibu Nasional sama dengan Hari Ibu versy luar negeri seperti di Amerika dan lebih dari 75 negara lain yang dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei yang disebut Mother Day.

Sedangkan di Indonesia, Hari Ibu diperingati pada tanggal 22 Desember, Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. (Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu)



Namun pada kenyataannya, orang-orang Indonesia, menyalah artikan Hari Ibu Nasional, Dengan memberikan kado dan ucapan selamat pada orang tuanya. Padahal Presiden Soekarno memutuskan membuat Hari Ibu Nasional sebagai hari mengenang pahlawan wanita alias pahlawan kaum ibu-ibu dan seluruh warga Indonesia menyetujuinya.

Dan hal inilah yang menjadi kontroversi, khususnya dikalangan Umat Muslim, bahwa Hari Ibu tidak harus diperingati, dengan alasan, memperingati Hari Ibu tidak harus Setahun sekali. “Hari ini dibawakan bunga, diberikannya makan, dibelikannya baju untuk emaknya, habis itu baru ditengok lagi tahun depan, kalau sayang sama Ibu jangan begitu caranya, jaga dia rawat dia” Ucap Ustad Abdul Somad dalam video yang banyak diunggah di situs Youtube dan Facebook.

Seperti dikutip dari komentar difacebook yang sempat terjadi sedikit ketegangan dan sedikit ancaman dari salah seorang user facebook, mengatakan bahwa “Hari ibu ini memang yang menciptakan orang Non Muslim dri Barat. Seperti halnya hari kasih sayang pda bln febuari”

Komentar facebook tentang hari ibu dan sedikit ancaman

 

Padahal Hari Ibu Nasional tidak ada sangkut-pautnya dengan tradisi Hari Ibu versy luar negeri, dan seharusnya peringatan hari ibu ditandai dengan mengheningkan cipta dan ucapan terimakasih kepada para pahlawan wanita dan istri pejuang kemerdekaan yang telah membantu memberikan semangat kepada suaminya hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia kita yang tercinta ini dapat merdeka.

So, Sebagai pemuda jaman now, mending kita belajar sejarah yuk, agar kita tidak salah kaprah, dan bisa menjadi bangsa yang cerdas serta tidak dibodohi oleh bangsa-bangsa luar yang tujuannya ingin menjajah kembali bumi pertiwi kita ini, Seperti yang sedang ramai di elu-elukan, tetapi…..?

Who is Hendri Gunawan

Sebagai Praktisi SEO pekerjaan menulis menjadi salahsatu hal yang harus terus dipelajari. Didalam blog sederhana ini, saya Hendri Gunawan, ingin berbagi cerita, menyampaikan unek-unek, hingga melakukan promosi, namun tetap sambil belajar dan mengembangkan kreatifitas untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BACK
%d bloggers like this: