Agar Indonesia Lebih Maju, Maka Belajarlah Dari Kebudayaan Barat

0

Kebudayaan Greece atau yang sering kita sebut sebagai kebudayaan (Yunani) dan Glasgow atau (Skotlandia) merupakan salah satu contoh dari kebudayaan negara-negara Eropa yang memiliki sejarah peradaban yang tua.

Terutama negara Skotlandia yang termasuk bagian dari United Kingdom (Inggris Raya), telah menunjukkan kemajuan luar biasa di bidang pembangunan manusia.

Tata kelola pemerintahan Skotlandia begitu bermutu tinggi, serta dukungan penuh terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai sejak revolusi industri pada tahun 1789 membuat Inggris raya begitu sangat maju seperti sekarang.

Kemajuannya dicapai melalui gabungan antara ilmu, teknologi, dan tata kelola pemerintahan yang baik, stabilitas politik secara mantap, dan ekspansi ekonomi yang hampir “mensunami” produk-produk elektronik di seluruh dunia.

Nenek moyang bangsa Inggris Raya belajar dari kearifan alam, dan belajar dari inspirasi-inspirasi filsafat Yunani. Kalau kita lihat peta Inggris Raya, negara ini dikelilingi laut.


Nenek moyangnya membuat kapal-kapal besar untuk mengarungi lautan yang luas, dan menemukan pulau-pulau baru. Inggris memang paling jago dalam armada laut, serta dalam sejarah dikenal sebagai bangsa penakluk.

Lautan menginspirasi karya-karya peradabannya yang “ciamik” itu di kenal di seluruh dunia. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.

Untuk kepentingan negaranya, Inggris juga memperbanyak ahli-ahli ilmu sosial yang mempelajari bahasa, dan sejarah bangsa yang akan ditaklukkannya. Dengan keahlian melukiskan sejarah, teknik, dan ilmu pengetahuan yang  begitu tokcer.

Inggris pernah menjajah hampir seluas 2/3 dunia. Kearifan alam serta pengaruh filsafat Yunani nampaknya telah menyumbangkan ide-ide besar Inggris kepada pencapaian ekonomi yang unggul, serta dominasi politiknya di panggung dunia.

Contoh lainnya adalah bangsa Belanda. Bangsa ini belajar dari laut. Bukan hanya hebat dalam membuat kapal-kapal besar.

Bangsa ini juga ahli dalam membuat tanggul dan jembatan. Lautan mengajari bangsa ini untuk melindungi diri dari ancaman banjir dan sempitnya lahan.

Ilmu tentang arsitektur begitu dikuasai Belanda sehabis-habisnya. Karena itu bangsa ini ketika menjajah hanya dengan tiga keahlian, yaitu teknik konstruksi, ilmu hukum, dan kedokteran. Tiga hal inilah yang dipakai untuk menjajah Indonesia selama 300 tahun.


Apa yang bisa dipetik dari bangsa-bangsa ini? Kita harus belajar dari kearifan lingkungan alam, mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, mengusahakan perdamaian antar manusia, mengembangkan sikap keterbukaan, atau outward looking, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang baik.

Pertanyaan untuk bangsa kita adalah mengapa kita masih mengimpor garam padahal pantai kita terpanjang di dunia? Mengapa kita masih membagi beras raskin padahal kita negara agraris? Ini lagi-lagi soal tata kelola berbangsa, dan bernegara yang belum maksimal. Dan kita perlu mendukung pemerintah saat ini untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Soal kemajuan bangsa Eropa sekarang ini, juga Amerika Serikat, sering ada kritik nyiyir. Disebutkan bahwa bangsa Eropa dan Amerika memang peradabanya maju, tapi rohaninya sakit dan rapuh.

Atas kritik nyiyir ini kita patut bertanya, mungkinkah peradaban maju yang di peroleh Amerika Serikat dan Eropa itu bisa lahir dari bangsa yang masyarakatnya memiliki rohani yang sakit, dan rapuh?

Saya yakin bahwa setiap peradaban yang maju pasti selalu ditopang oleh nilai-nilai besar. Nilai-nilai itu adalah keyakinan-keyakinan, serta kearifan-kearifan budaya yang menjadi gaya hidup.

Sikap paling bijak kita sekarang dalam melihat kemajuan Barat yaitu dengan mengambil yang baik dari Eropa, dan membuang yang negatif darinya.

Baca Juga : Keunggulan Beton Instan Betomix Dibanding Beton Cor Konvensional

About Author

Sebagai Praktisi SEO pekerjaan menulis menjadi salahsatu hal yang harus terus dipelajari. Didalam blog sederhana ini, saya Hendri Gunawan, ingin berbagi cerita, menyampaikan unek-unek, hingga melakukan promosi, namun tetap sambil belajar dan mengembangkan kreatifitas untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Leave A Reply

Chat Saya
Loading...