Apa itu Akulturasi ? Contoh dan Bentuk Akulturasi di Indonesia

0

Indonesia merupakan sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, agama dan kebudayaan. Dan perbedaan inilah yang menjadikan Negara Indonesia rentan terhadap perpecahan. Bukan hanya itu saja, globalisasi yang terjadi saat ini juga menuntut rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi kebudayaan timur untuk meningkatkan filter diri agar tidak terbawa arus kebudayaan yang datang dari luar terutama kebudayaan yang banyak mengandung unsur negatif.

Apabila filter diri yang ada pada rakyat Indonesia tidak digunakan maka cepat atau lambat hal tersebut akan berpengaruh pula pada rasa nasionalisme hingga memicu terjadinya asimilasi, yaitu bercampurnya antar dua kebudayaan yang berbeda dengan menghilangkan kebudayaan asli. Sudah banyak sekali kasus yang timbul akibat asimilasi ini. Pada dasarnya arus globalisasi di Indonesia membawa dampak dilematis, di satu sisi dapat menimbulkan asimilasi tetapi di sisi lain dapat menjadi akulturasi kebudayaan yang sangat dinamis.

Pengertian Akulturasi

Kata akulturasi berasal dari bahasa latin yaitu “acculturate” yang memiliki arti “tumbuh dan berkembang bersama”. Dan secara umum akulturasi bisa diartikan, perpaduan antar dua kebudayaan yang kemudian menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan nilai dan unsur dari kebudayaan lama.

Sedangkan menurut pendapat para ahli, pengertian akulturasi adalah sebuah proses sosial yang terjadi apabila sekelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda. Dan syarat terjadinya akulturasi ini adalah adanya penerimaan terhadap budaya baru dan adanya homogenitas atau keseragaman.


Akulturasi ini dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, baik dalam kontak budaya maupun kontak lainnya. Nah, berikut kami telah rangkum ulasan tentang 5 poin terbentuknya akulturasi, yang sebaiknya Anda ketahi.

  1. Melalui kontak sosial yang terjadi di seluruh lapisan masyarakat, sebagian dari masyarakat bahkan antar individu dalam dua masyarakat yang berbeda.
  2. Kontak budaya antar masyarakat yang memiliki jumlah warga banyak ataupun suatu masyarakat yang memiliki sedikit warga.
  3. Kontak budaya dalam sistem sosial maupun fisik
  4. Kontak budaya antara yang dikuasai dan menguasai dalam berbagai unsur seperti ekonomi, bahasa maupun teknologi.
  5. Kontak budaya ketika situasi sedang bersahabat maupun bermusuhan.

Unsur-Unsur dalam Akulturasi

Akulturasi itu sendiri tidak semerta-merta hanya sebatas percampuran antar dua kebudayaan saja, di dalam proses akulturasi juga terdapat beberapa unsur yang berperan sebagai pembentuk sekaligus penggerak utama terjadinya akulturasi.

Nah, adapun unsur-unsur yang terdapat di dalam proses akulturasi tersebut adalah:

  1. Suatu unsur budaya yang sangat sukar untuk diganti

Unsur ini biasanya adalah unsur yang masih memiliki fungsi luas di dalam masyarakat, contohnya adalah sistem kekerabatan yang berlaku dalam masyarakat Batak. Unsur-unsur yang sudah ditanamkan pada individu sejak kecil juga sangat sulit untuk diganti misalnya, nasi yang sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia akan sulit diganti dengan roti atau jenis lain.

  1. Suatu unsur budaya asing yang sulit diterima

Salah satu contoh konkrit dari unsur ini adalah sebuah ideologi Negara asing, ideologi Negara asing sangat sulit untuk diterima oleh masyarakat Indonesia, selain itu unsur kebudayaan yang sukar disesuaikan dengan keadaan masyarakat Indonesia juga akan sulit diterima.

  1. Suatu unsur budaya asing yang mudah diterima masyarakat Indonesia

Unsur-unsur kebudayaan yang memiliki nilai guna besar dan mudah disesuaikan dengan masyarakat akan lebih mudah diterima. Contohnya adalah kendaraan bermotor dan mobil yang merupakan hasil buatan luar negeri tetapi karena memiliki unsur nilai guna yang besar dan menguntungkan bagi si pemakai maka unsur tersebut sangat mudah diterima.

Bentuk-Bentuk Akulturasi

Selain memiliki unsur-unsur didalamnya, akulturasi ini juga memiliki beberapa bentuk. Antar satu bentuk akulturasi dengan bentuk lainnya memiliki ciri khas dan perbedaan. Jadi, kembali lagi bahwa akulturasi bukan semata-mata hanya perpaduan dua kebudayaan saja.


Untuk lebih jelasnya, berikut adalah informasi lengkap terkait bentuk-bentuk akulturasi yang biasa terjadi di masyarakat:

  1. Sinkretisme

Sinkretisme adalah sebuah perpaduan antara unsur budaya lama dengan budaya baru dan menghasilkan suatu sistem baru. Perpaduan semacam ini banyak terjadi dalam aspek keagamaan masyarakat Indonesia.

  1. Substitusi

Berbeda dengan sinkretisme, substitusi ini merupakan pergantian antara kebudayaan lama dengan budaya baru. Di Indonesia sendiri substitusi banyak terjadi pada aspek teknologi dan komunikasi.

  1. Originasi

Yaitu perubahan besar yang disebabkan unsur budaya baru yang belum dikenal sama sekali masuk ke dalam kebudayaan masyarakat lama sehingga menimbulkan perubahan yang sangat besar.

  1. Rejection

Dalam akulturasi juga terdapat rejection atau penolakan, biasanya penolakan ini akan timbul apabila perubahan sosial dan budaya yang terjadi begitu cepat sehingga menimbulkan ketidaksiapan masyarakat.

Contoh Hasil Akulturasi Kebudayaan di Indonesia

Dari sekian banyak contoh dan hasil dari akulturasi kebudayaan yang ada di Indonesia, percampuran antar kebudayaan dan agama Hindu-Budha adalah yang paling banyak dijumpai. Bahkan akulturasi semacam ini sudah terjadi sejak zaman kerajaan di masa lampau.

Nah, dibawah ini adalah beberapa contoh akulturasi dari kebudayaan Hindu-Budha yang sebaiknya Anda tahu :

  1. Candi

Meskipun candi ini adalah produk dari kebudayaan dan kepercayaan Hindu-Budha tetapi sampai saat ini candi tetap menyimpan sejarah yang dapat berguna untuk proses pembelajaran masyarakat Indonesia sampai sekarang.

  1. Arca

Arca/patung ini pada dasarnya adalah hasil dari kebudayaan Hindu-Buddha tetapi, pada kenyataannya sampai saat ini banyak masyarakat Indonesia yang menjadikan patung sebagai hiasan untuk mempercantik hunian, perkantoran bahkan sekolah-sekolah.

  1. Seni ukir

Contoh hasil akulturasi kebudayaan Hindu-Budha yang ada di Indonesia selanjutnya adalah seni ukir, seni ukir ini merupakan kebudayaan masyarakat india kemudian masuk ke Indonesia seiring dengan penyebaran agama hindu-budha, keberadaan seni ukir ini dapat diterima baik oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, sekarang seni ukir semakin berkembang.

  1. Seni sastra

Dalam bidang sastra hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dibagi menjadi tiga yaitu, kitab hukum, tutur dan wiracarita. Wiracarita adalah salah satu hasil akulturasi yang masih sangat popular dan salah satu contoh dari wiracarita adalah kisah bharatayuda yang diadopsi dari Negara india.

Berbicara tentang akulturasi yang ada di Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya, apalagi jika dikaitkan dengan berbagai kebudayaan sejak zaman kerajaan. Akulturasi yang terjadi di Indonesia mayoritas membawa dampak positif sampai saat ini, perpaduan antar dua kebudayaan sejatinya adalah saling melengkapi satu sama lain, bukan untuk mendominasi dan menghilangkan unsur kebudayaan lama.

Baca Juga : Apa Itu Integrasi? – Integrasi Nasional Untuk Indonesia #1

Nah, sekian pembahasan tentang pengertian akulturasi dan contoh bentuk akulturasi di Indonesia, semoga dapat memperkuat filter dalam diri serta membuka dan menumbuhkan rasa toleransi kita pada kebudayaan lain. Selain itu yang terpenting adalah tetap arif dalam melestarikan kebudayaan lokal yang dimiliki.

About Author

Sebagai Praktisi SEO pekerjaan menulis menjadi salahsatu hal yang harus terus dipelajari. Didalam blog sederhana ini, saya Hendri Gunawan, ingin berbagi cerita, menyampaikan unek-unek, hingga melakukan promosi, namun tetap sambil belajar dan mengembangkan kreatifitas untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Leave A Reply

%d bloggers like this: